Pedulikah kita?

Thoughts July 6th, 2008

Mata yg sama menatap setiap pengendara.. Wajah-wajah kumel, baju lusuh, telapak tangan terbuka dan berharap mendapatkan uang receh dari orang yg mrasa kasihan. Minta om… Minta pak… Minta bu…
Hmmm…, rupanya, orang tua mereka hanya mengajarkan tiga bahasa itu saja ketika mereka masih bayi.

Beruntunglah mereka saat ada orang yang ingin buang receh. Mereka pun sedikit tersenyum lalu berlalu mencari pengendara yang lain.

Mungkin rasa kasihan dan iba akan muncul pada diri kita, kalau berpikir sejenak.
Dimana ya mereka tidur kalo malam? Apa mereka tidak kepanasan kalo siang? Dan apa mereka tidak kedinginan kalo malam? Pernah makan enak ga ya? Orang tuanya dimana?
Lalu kita akan merogoh kantong dan mencari uang receh yang nyangkut buatnya. Itupun kalo lagi ada uang dan merasa senang entah karena apa.
Tapi bagaimana kalo sebaliknya? Saat kita lagi ga punya banyak uang dan lagi sumpek pikiran. Di saku masih bertengger 1 lembar uang seribu rupiah saja. Saat itu apakah kita akan merasa kasihan terhadap mereka?
Jawabnya bisa ya, tidak dan tidak pernah tahu yg namanya kasihan.
Pernah juga seorang teman berkata: “kasi aja.., siapa tahu besok dapet rejeki”, “pahalanya gede kalo berderma”.
Apakah dengan memberikan uang kepada mereka, kita telah memberikan jalan yg baik?
Bukankah mereka akan smakin menikmatinya dan tidak akan pernah tau cara bekerja yg benar? Bisa saja beberapa tahun kedepan, kegiatan itu akan menjadi sebuah lapangan kerja baru yang smakin banyak pula pekerjanya.

Siapakah yang harus peduli?

Nevermind…, ini hanyalah sudut kecil cerita kehidupan di sebuah kota.



One Comment to “Pedulikah kita?”

  1. ika | July 8th, 2008 at 9:04 am

    hai terimakasih udah mampir di blogku,,bener sekalee,, pemerintah kita itu payah abiss

Leave a Comment

kadal